Walesan dan Kumbul

Dusun Gropak, Desa Kaleng (e dilafalkan seperti e dalam kata kalem). Desa itu terletak di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen (Jawa Tengah). Di sini saya lahir dan menghabiskan masa anak-anak. Selain bermain layang-layang usai musim panen tiba, aktivitas yang paling populer ketika itu adalah mandi di sungai (kami menyebutnya “slibon”) dan mancing.

Nah, aktivitas memancing ini merupakan aktivitas rutin saat musim hujan. Sebab, di musim hujan itu pula kali-kali di sekeliling desa kami penuh air. Ajaib, kali yang semula kering-kerontang, mendadak saat terisi air, muncul ikan-ikan yang entah datang dari mana. Saya rasa ini misteri alam.

Ketika matahari mulai tergelincir ke Barat, tanpa komando anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang tua, tampak menuju ke kali-kali. Ada kali lor, kali kidul, ada yang naik sepeda, banyak yang berjalan kaki. Masing-masing membawa walesan (joran), lengkap dengan tali dan mata kail.

Sesampai di pinggir kali, biasanya para pemancing akan mematah ranting dari jenis pohon yang tumbuh di tepi kali. Entah apa nama pohon itu, tetapi jika kulit ranting tadi dikupas, akan menjadi sebuah “kumbul” alias pelampung. Cara memasangnya cukup mudah. Kedua ujung kumbul diselipkan tali pancing.

Umpan? Paling populer tentu saja cacing. Ada yang sudah membawanya dari rumah, ada yang mencari di pematang sawah. Cacing ukuran kecil cukup untuk sekali umpan. Cacing ukuran besar bisa dijadikan dua-tiga umpan dengan cara dipenggal-penggal.

Membayangkan aktivitas memancing tahun 70-an (saat saya kecil) dengan memancing sekarang, tentu banyak perbedaan. Khususnya dalam hal peralatan. Tetapi, hakikat dan filosofi memancing, pada dasarnya sama saja.

Jika sekian puluh tahun kemudian saya kembali menggemari kegiatan memancing, sebenarnya tidak terlalu aneh. Yang aneh barangkali, ketika terbersit niatan membuat blog untuk menuang hal-ihwal terkait aktivitas memancing yang akhir-akhir ini relatif sering saya lakukan.

Sebegitu spesialkah kegiatan memancing, sehingga begitu menyedot minat saya untuk mengekspresikannya dalam sebuah blog? (roso daras)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s