Memancing Iseng

Iseng ternyata bisa dipancing. Memancing juga ternyata bisa untuk kegiatan iseng semata. Itulah niat saya memancing. Rasanya, niat itu belum berubah, sejak gemar memancing kala bocah, hingga sekarang. Jeda waktu yang begitu lama, ternyata tidak atau belum menggeser niat.

Mula sekali, tahun 2011, diajak besan dan anak saya. Tempatnya di pemancingan mini, di penginapan Jambu Luwuk, Tapos – Bogor. Mulai memancing jam 21.00, dan baru beranjak dari pinggir empang menjelang shubuh. Tidak terasa!

Pulang dari liburan keluarga, suatu pagi (sepertinya sih akhir bulan, karena sudah ada uang), saya panggil anak saya dan memberinya uang Rp 1 juta untuk beli alat pancing (joran, rel, dan perlengkapan lainnya). Pulang kerja, hampir tengah malam, disambut anak saya dengan menunjukkan tiga joran lengkap dengan rel, perlengkapan, bahkan tas! Satu buat saya, dua buat kedua anak saya.

Jadi, kebayang kan? Kualitas alat pancing seperti apa yang saya beli. Jika dirata-rata, satu set alat pancing seharga Rp 300.000. Saya tidak menilai itu murah. Tetapi juga sadar, dengan harga segitu, tidak mungkin mendapat alat pancing kualitas bagus.

Begitulah, kemudian kegiatan memancing iseng menjadi kegiatan yang agak rutin. Hingga sekarang. Ternyata, iseng bisa dipancing. (roso daras)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s