Tiga Jam, Empat Ekor

Bagong!

Anda tahu artinya? Secara harfiah, Bagong setahu saya adalah salah satu tokoh wayang (Punakawan) salah satu putra Semar. Saudara dari Gareng dan Petruk. Tapi dalam dunia pemancingan, saya mendapat istilah “Bagong” yang berarti, memancing tanpa hasil…..

Alhamdulillah, saya pribadi belum pernah memancing galatama dan menyandang predikat Bagong. Sebaliknya, saya beberapa kali melihat, seorang pemancing sejak start hingga akhir (waktunya rata-rata 3 jam), sama sekali tidak strike, alias tidak mendapatkan ikan barang seekor. Alias menjadi bagong!

Tapi pernah sekali, dan ini belum lama, saya memancing (selama tiga jam) hanya strike 4 ekor. Ini barangkali rekor paling sedikit saya memancing galatama patin. Kalau ditarik garis rata-rata: Belasan. Bahkan beberapa kali juara total. Artinya, menjadi pemancing dengan jumlah tangkapan terbanyak. Pernah bahkan merasakan juara total dengan 32 point. Artinya, berhasil mendapatkan 32 ekor dalam waktu tiga jam!

Karenanya, pengalaman menggentak 4 ekor dalam waktu tiga jam, serasa menjadi “setengah bagong”. Sekalipun pada saat itu, kondisi empang memang lagi “sumeng” (istilah pemancing untuk ikan yang malas nyambar umpan), tetapi tetap saja ada ketidakpuasan jika gagal menarik ikan sebanyak-banyaknya. Ukurannya adalah lengan pegel, dan harus dioles conterpain sehabis mancing…..

Nah, bicara strategi mendapatkan ikan di kolam pemancingan… beredarlah sebuah rahasia umum, yang kiranya menarik untuk di-share di sini. Misal, dalam cuaca hujan, di mana hujan turun dalam intensitas yang tidak terlalu besar dan berlangsung lama, itu adalah indikasi ikan bakal susah makan. Pengaruh perubahan cuaca mempengaruhi juga temperatur dan tingkas basa di dalam air empang. Nah, perubahan itu tentu saja berdampak pada kebiasaan ikan makan.

Ada yang bilang, ikan jenis patin, lele, bawal, cenderung rakus, dan tidak terpengaruh dengan cuaca hujan. Bisa jadi itu benar, tetapi jika dikatakan tidak berpengaruh sama sekali, rasanya juga tidak benar. Terbukti, beberapa kali saya memancing patin saat hujan, cenderung ikan tidak seganas kalau tidak hujan.

Lantas, strategi membuat titik, dengan cara melempar umpan pada satu titik secara terus menerus. Ini dimaksudkan, dengan cara begitu, ikan akan berkumpul di titik yang sudah kita lempari umpan berkali-kali. Umpan pelet bom yang berjatuhan di sekitar titik, akan mengundang ikan-ikan berkumpul di situ. Istilah cady yang bisa membantu saya, “Meja makannya di situ.”

Bagaimana jika teknik menitik lokasi jatuhnya umpan gagal? Istilah lainnya adalah “cari lubang baru”. Caranya, ya kurang lebih sama. Menggeser jatuhnya umpan, tetapi tetap dengan menitik di titik yang itu-itu juga. Nah, yang jadi persoalan, khususnya seperti saya yang belum becus melempar umpan, memang bukan persoalan mudah untuk bisa melempar umpan di satu titik yang sama berulang-ulang. Sulit sekali! Lagi-lagi cady menasihati, “Banyak latihan, om!” Hehehehehe, si Otong juga tau!!! (roso daras)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s