Ada yang Kalem, ada yang Agresif

mancing-maniaDuduk berjam-jam di kolam pemancingan, bagi sebagian orang adalah sebuah kenikmatan, bagi sebagian lainnya “buang-buang waktu”. Tentu saja tergantung apakah anda termasuk penyuka mancing atau bukan. Bagi yang hobi mancing, duduk berjam-jam di lokasi pemancingan, enjoy aja….

Sesungguhnya, karakter memancing setiap orang, berbeda-beda. Jika kita amati dengan seksama, ada banyak keunikan di sana. Entahlah, apakah ada korelasi langsung antara katakter memancing dengan karakter diri pemancingnya? Dugaan saya, bisa jadi berhubungan, bisa jadi tidak.

Saya mengenal beberapa sahabat yang hobi mancing. Orangnya terbilang tidak terlalu agresif dalam laku-kehidupan sehari-hari. Saat memancing, ternyata juga cukup dingin. Dia tidak agresif dalam menggentak joran. Tidak agresif di semua tindakan. Saat melempar umpan, ayunannya cukup kalem dan terkesan dinikmati sekali. Saat kenur naik (kemungkinan umpan dimakan ikan), ia pun tidak bergegas menggentak, tetapi menunggu sampai kenur itu benar-benar mengencang dan rel berderit… baru ia gentak.

Tidak berhenti sampai di situ, cara menggenaknya pun, terbilang “slow”… nah anehnya, saat menggulung senar, memuar rel, ia tergolong “bengis”. Nyaris tidak ada irama… ia putar dan putar terus… ia seret dan seret terus itu ikan ke tepian. Melihat itu, teman yang lain tak jarang menyoraki, “Betooottt teruuuusssss……”

Tak jarang, karena cara membetot ikan yang sangat agresif tadi, ikan mocel alias terlepas dari mata kali. Bahkan, bukan sekali-dua, senarnya putus! Seorang pemancing senior pernah menasihatinya, bagaimana teknik membetot ikan, menarik dan mengulur ikan saat meronta… sehingga bisa menarik ikan sebesar apa pun selamat hingga ke tepian serta berhasil dinaikkan.

Pada teman yang lain, dalam keseharian terbilang retorik tetapi cenderung tidak berangasan. Anehnya di kolam pemancingan, ia sangat agresif. Sekalipun umpan tidak juga disenggol, matanya tetap awas menatap ujung senar yang tampak di permukaan air. Gerak sedikit, langsung digentak. Tentu saja, ada banyak gentakan kosong alias tanpa ikan, ada juga yang berhasil menggentak joran berisi ikan, dan tidak jarang mata kail nyangkut di badan ikan karena samberan yang kelewat agresif tadi.

Pada pemancing yang lain, ada yang menikmatinya sebagai ajang ngobrol. Sebagian yang lain, begitu penyendiri dan asyik dengan dunianya. Tipe ini cenderung tidak hirau dengan keadaan sekeliling. Ada juga tipe pemancing yang tidak sabaran. Kalau di pemancingan alam lepas, dia gemar sekali berpindah-pindah posisi memancing, gemar mengganti-ganti umpan, bahkan gemar mengganti joran. Kalau di kolam yang bernomor, seperti dalam pemancingan galatama, dia juga cenderung gemar mengganti-ganti umpan, memindah-mindah lokasi lemparan umpan.

Apa pun karakter memancing Anda…. enjoy aja…. (roso daras)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s