Lapak Pinggir, Lapak Favorit?

lapak pinggirMemancing galatama, dalam kasus ini, sebut saja galatama ikan patin, yang acap saya ikuti, memiliki magnet yang susah dilukiskan dengan kata-kata. Entah ini taraf kecanduan, atau sekadar menggemari… tetapi seminggu saja tidak mancing galatama patin, rasanya ada yang “kurang sreg”.

Dari relatif seringnya memancing di empang galatama patin, terbersit kesimpulan (sementara), bahwa lapak pinggir selalu menjadi lapak favorit. Khususnya bagi pemancing yang mengharap strike ikan babon. Dari pengalaman juga, ikan-ikan babon, sering naik dari lapak-lapak pinggir. Saya katakan “sering”, karena memang tidak selalu.

Disebut ikan babon adalah ikan yang memiliki berat timbangan tertinggi, dan selalu diiringi dengan hadiah yang besar-kecilnya tergantung besar-kecilnya tiket. Ada empang galatama yang menyediakan hadiah babon hingga kategori babon 1, babon 2, dan babon 3. Ada juga yang hanya babon 1 dan babon 2, serta ada yang hanya menghadiahi babon terberat (1 babon saja).

Beda lagi yang berada di lapak tengah. Lapak ini menjanjikan point total. Artinya, lapak tengah sering menjuarai total perolehan dalam event galatama patin. Lagi-lagi saya katakan “sering”, karena sekali-dua, lapak pinggir juga bisa memenangkan total perolehan.

Sama seperti penarik ikan babon, maka pemancing yang berhasil menarik ikan terbanyak, disediakan pula hadiah. Durasi memancing galatama, rata-rata 3 jam. Ada yang kurang dari itu, tetapi ada juga yang lebih dari itu. Nah, dalam durasi waktu itu, di satu pemancingan, hanya menyediahkan hadiah di akhir ronde (putaran) bagi pemancing terbanyak. Ada pula yang menyediakan hadiah hiburan yang disebut “ekstra poin”, bagi penarik ikan terbanyak pada 1,5 jam pertama.

Kembali ke soal lapak pinggir. Dari perilaku mancinger galatama yang saya amati, pemancing-pemancing yang mendapatkan undian lapak pinggir, mereka umumnya (saya sebut umumnya, karena tidak semua), melempar umpan tiga-per-empat, atau bahkan setengah kolam.  Di titik itulah, banyak “ditemukan” ikan-ikan besar yang berpotensi bisa menuai hadiah.

Dengan karakter kolam yang umumnya melengkung, dengan titik terdalam berada di tengah empang, maka sejatinya, ikan banyak berada di tengah. Karenanya, memancing dengan lemparan umpan tiga-per-empat atau setengah kolam, sama artinya melempar umpan di titik yang relatif tidak terlalu banyak ikannya.

Karena itu, memancing di lapak pinggir dengan lemparan tiga-per-empat, atau setengah, hampir bisa dipastikan tidak bisa terlalu sering strike. Akan tetapi, sekali strike, berpeluang “nimbang”, dengan kata lain, berpeluang menarik ikan dengan ukuran jumbo dan pantas ditimbang untuk diadu.

Sebaliknya di lapak tengah, bagi yang melempar umpan jauh di bawah paralon, sama artinya dengan menaruh umpan di tempat ikan berkumpul. Relatif lebih sering strike. Akan tetapi, relatif jarang dihuni ikan besar. Adanya “ikan ramai”, begitu istilah mancinger untuk menyebut ikan dengan bobot rata-rata yang bertaburan di sebuah empang.

Tak jarang, kita jumpai pemancing dengan lapak tengah, melakukan pemancingan jarak dekat dengan tujuan menggaet ikan dengan bobot jumbo. Ada yang berhasil, ada yang gagal. “Ikan-ikan besar, biasanya cenderung tidak berkelompok. Beda dengan ikan ramai. Makanya, susah dipancing. Karena selain harus sabar dan telaten, besar juga faktor keberuntungannya,” ujar seorang caddy. (roso daras)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s