Faktor “Luck”

ngedekPercayakah Anda, para mancing mania tentang faktor “luck” atau keberuntungan dalam memancing? Jika Anda orang yang rasionalistis, barangkali tingkat kepercayaan terhadap faktor luck tipis-tipis saja. Saya pribadi, tergolong orang yang percaya adanya faktor keberuntungan itu.

Bagi pemancing rasional, cenderung merasionalisasi apa pun yang terjadi di empang atau kolam pemancingan. Jika jarang strike, dia cenderung berpikir tentang “ketepatan” oplosan dalam umpan yang digunakan. Bisa juga mencoba merasionalisasikan lokasi, tempat, atau titik menjatuhkan umpan. Pemancing tipe ini cenderung menganggap, apa pun yang terjadi di pemancingan, bisa dinalar.

Bagi yang percaya keberuntungan, ada kalanya tampak “pasrah” menerima keadaan apa pun di pemancingan. Jika tidak satu ekor pun didapat, dia akan menyerah dengan keyakinan, “tidak beruntung”. Sebaliknya, jika banyak menarik ikan, spontan dia akan berpikir, “hari ini saya sedang beruntung”.

Meyakini keberuntungan, bagi saya pribadi, ada kalanya menjadi obat penawar kecewa paling manjur manakala di pemancingan kurang beruntung. Sebagai pemancing pemula, saya sendiri relatif sering bertemu dengan yang namanya “keberuntungan”. Bayangkan saja, melempar umpan di satu titik saja tidak bisa, bagaimana mungkin saya bisa menarik ikan paling banyak dalam sebuah event mancing galatama? Apa namanya kalau tidak beruntung?

Contoh lain, urusan memancing, saya terbilang bukan tipe pamancing yang betah “nge-dek”. Istilah untuk memancing dalam jarak dekat dengan harapan berhasil menaikkan ikan dengan bobot di atas rata-rata. Pemancing-pemancing kawakan, sering saya lihat, melempar umpan hanya dalam jarak 2 – 3 meter saja. Selanjutnya, dia betah berpuluh-puluh menit duduk menunggu. Jika tidak ada gerakan pada senar, dia pun menarik umpan, memasangnya  dengan umpan baru, dan melemparkannya kembali di titik dekat. Begitu seterusnya.

Jika umpan disambar, selalu saja ada harapan menaikkan ikan besar. Sekalipun, tidak selalu. Dalam banyak kasus, ikan-ikan juara C atau pemenang kategori jackpot (ikan terbesar di empang itu, dan dengan hadiah yang lumayan besar juga), naik dari pinggir lapak. Artinya, umumnya, ikan-ikan juara C (terberat tiap jamnya), dinaikkan oleh pemancing yang sabar nge-dek alias memancing dekat.

Akan tetapi, memancing nge-dek bukannya tanpa risiko. Selain relatif jarang strike, bisa-bisa gagal mendapatkan ikan satu ekor pun alias “bagong”. Ini adalah risiko yang sudah mereka hitung. Sekalipun jarang narik, tetapi sekali narik, kans mendapatkan ikan besar sangat besar. Jika menjadi ikan terbesar pada tiap-tiap jam, dia berhak atas pemenang kategori C, dan itu artinya berhak mendapatkan sejumlah uang sebagai hadiah.

Nah, saya bukan tipe pemancing yang suka nge-dek. Bukannya tidak pernah, pernah! Hasilnya? Tidak betah! Karena itu, saya ini bisa digolongkan pemancing yang demen capek… melempar umpan jauh di kolong pralon, dan kalau strike, susah payah (lama) menepikan ikan yang berontak.

Toh, beberapa kali, saya memenangkan C,  menarik ikan terbesar pada jam berjalan. Hingga waktu satu jam, para pemancing nge-dek tidak berhasil menarik ikan yang lebih berat. Itu yang saya sebut beruntung. Betapa tidak. Memancing jauh, umumnya hanya akan mendapatkan ikan-ramai. Disebut ikan ramai, karena jumlahnya banyak, beratnya rata-rata. Jarang sekali ada ikan besar di tengah kolam.

Walhasil, memancing jauh dengan pelemparan umpan yang tidak nitik di satu titik, bisa menjuarai perolehan total, saya sebut keberuntungan. Memancing jauh, berhasil menarik ikan lumayan besar dan memenangkan C, itu juga saya sebut keberuntungan. Karena itu, saya percaya adanya “luck”. (roso daras)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s