Senar Putus, Mengapa?

senar putus

Bagi Anda pemancing-mania, terlebih yang akrab dengan empang pemancingan galatama, lebih khusus lagi galatama patin, hampir bisa dipastikan pernah mengalami senar putus. Kalau belum pernah, ada tiga kemungkinan. Pertama, kemungkinan Anda jarang mancing. Kedua, Anda tergolong orang yang teliti memeriksa kondisi senar. Kemungkinan ketiga, Anda piawai memainkan putaran rel, seirama dengan gerak berontak ikan, hingga selamat ke tepian.

Apa boleh buat, sebab pengalaman senar putus saat menarik ikan, juga umumnya disebabkan tiga hal. Pertama, frekuensi mancing yang relatif sering. Kedua, malas atau jarang memeriksa kondisi senar (terutama di bagian ujung). Ketiga, kasar dalam menggulung senar, atau bahasa temen saya, “hajar teruussss”, tanpa memperhitungkan kondisi senar, kekuatan senar, dan berat ikan yang ditarik.

Karena itu pula, tips atas tiga hal sebagai antisipasi senar putus di atas, mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus dilakukan. Unsur pertama dan kedua, relatif berkaitan. Artinya, jika Anda tergolong yang relatif sering mancing, maka sering-sering pula dicek kondisi senar di bagian ujung. Senar yang sering bergesekan langsung dengan sirip ikan, atau bahkan bergesekan langsung dengan lingkar seser, kemungkinan akan “melukai”, dan berimplikasi pada menurunnya kekuatan senar itu sendiri.

Mengecek ujung senar, kiranya juga berlaku untuk bagian ikatan peniti. Dengan frekuensi menarik ikan yang terbilang sering, tentu saja beban di ikatan peniti menjadi sangat berat. Jadi tidak keliru kalau secara berkala diputus dan diikat kembali dengan ikatan baru.

Tabiat menggulung rel saat strike, ternyata punya andil juga atas kemungkinan putusnya senar. Gulungan yang kasar dan cenderung dipaksakan, sangat rentan terhadap kasus senar putus. Apalagi kalau lengan penahan pangkal joran belum piawai mendeteksi bobot ikan yang menyambar umpan. Untuk yang ini, erat terkait dengan jam terbang.

Mungkin Anda punya pendapat lain, atau barangkali tips yang lain. Itulah indahnya berbagi. Sebab, sungguh tidak enak mengalami kasus putus senar. Kalau sekadar diledek, “Wah, putus ya!!! Makanya, jangan pake senar layangan…,” rasanya kita masih bisa ikut tertawa. Yang susah dihilangkan dari pikiran adalah kalau putus gara-gara menarik ikan babon!!!

Contoh, ketika sosok ikan sudah tampak (ukurannya), dan diketahui bahwa itu ikan besar, lantas tiba-tiba tesss…. senar putus! Atau barangkali, ikannya belum kelihatan (karena masih di dalam dan dalam jarak yang cukup jauh dari tepi kolam), tetapi lengan merasakan beratnya tarikan sehingga muncul dugaan, “ini pasti ikan babon!”, lantas tesss…. putus!!!

Untuk contoh yang pertama, wajarlah kalau muncul penyesalan. Termasuk menyesali, “Mengapa tadi tidak mengecek kondisi senar di bagian ujung…. Mengapa tadi tidak sabar dalam menggulung rel….” Sedangkan untuk contoh kedua, penyesalan itu sebenarnya relatif bisa lebih cepat dilupakan, dengan pikiran, “Bisa ikan babon…, bisa juga ikan kasus alias pancingan tidak sah. Ya, berbeda dengan galatama ikan emas, untuk ikan patin, memang berlaku ketentuan, “kalau tidak makan, tidak sah”. (roso daras)

 

2 comments on “Senar Putus, Mengapa?

  1. kelanalana mengatakan:

    Om umpan ikan patin yang jitu apa Ya, resep ñƴά..sayaa mancing patin sering galau

    • Roso Daras mengatakan:

      @kelanalana: …. saya rasa setiap pemancing pasti pernah googling tentang aneka resep jitu terkait racikan umpan. Termasuk saya. Bahkan untuk membeli aneka jenis esense, relah merogoh kocek sampai dalam… tapi hasilnya? Tidak seindah yang dibayangkan. Sudah mengikuti petunjuk, termasuk cuaca, siang atau malam, jenis/kadar keasaman air, dangkal-dalamnya empang, dll…. Usut punya usut, lain empang lain umpan kesukaan. Jangankan itu, di satu empang saja, kalau kita mancing secara reguler bisa ketahuan, adanya siklus jenis umpan. Kesimpulannya, tidak ada satu jenis umpan yang bisa digunakan untuk memancing di semua empang. Bahkan umpan yang sekarang bagus, belum tentu bagus beberapa hari ke depan. Resep saya, rajin bertanya kepada cady setempat ihwal umpan yang sedang “in”. Cara lain, daripada meramu umpan sendiri, lebih baik serahkan sejumlah uang kepada cady dan memintanya membuatkan umpan. Beres!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s